Judul Buku: ANTOLOGI RESENSI BUKU KABUPATEN KARANGANYAR 2026
Penulis: Muhammad Sultan Akbar Ristanto dkk.
Muhammad Sultan Akbar Ristanto, Navila Virda Sevtiva, Nirvana Wicha Angraini, Syabania Mazaya Karmenysof, Atika Frisa Afina, Zahra Hanifah, Afiya Kirana Ayuningtyas, Luqman Nur Arifin, Muhammad Dafie Ramadhan, Nazhiifah Nasya Salsabil Husnaa, Cerelia Auryn Maurilla, Feti Dwi Ernawati, Zahidah Khansa Awathif, Kamila Nur Salsabila, Aisyah Wulandari, Radhitya Alif Setyawan / SMP Negeri 2 Kerjo, Kartika Putri, Avika Ratnasari, Aisha Jasmine Setyaputri, Sayyid Marwan Luthfi Huwaidi, Firman Althaf Wibowo, Vaiza Hanin As Tsany, Arifa Zakiyyah Azzahra, Ashiila Sakhi Nurrahma Dany, Aura Fatisha Hartanto, Dayu Nur Winoto, Mecca Madina Kurnia Balqis, Amira Nadia Kamil, Abdullah Zhafar Siddiq, Joice Anindita Surya Ramadhani, Anggun Nur Rosyidah, Bayu Krisnanto, Aaqilah Khoirunnisaa Utami Ningrum, Gustiah Afifah Almas, Yebi Eka Pratiwi, Canthika Jeanera, Audry Tumbelaka, Syifa Hawa Ari Nafiah, Naravinza Nabil Occha Qurniawati, Salman Al Faritsi, Reina Dwi Safitri, Fatimah Khoirunnisa’, Arrofa Intan Addini, Hafidza Mutiara Rahma Tusyfa, Lutfia Isnaini Khotizah, Puspita Aurellia Luthfitriyani
Cetakan : I, 2026
Tebal: x + 231 hlm, 150 x 230 mm
Sinopsis
Antologi Resensi Buku Kabupaten Karanganyar 2026 merupakan kumpulan tulisan yang merekam semangat literasi, daya kritis, dan kreativitas para penulis muda dalam membaca serta memaknai berbagai karya. Melalui resensi, para penulis tidak sekadar menyampaikan isi buku, tetapi juga menelusuri gagasan, menimbang nilai, mengajukan refleksi, dan menemukan perspektif baru dari setiap bacaan.
Buku ini menghadirkan beragam sudut pandang yang memperlihatkan bahwa membaca bukanlah aktivitas pasif. Membaca adalah proses berdialog dengan pemikiran, memperluas wawasan, mengasah kepekaan, dan membangun keberanian untuk menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab. Setiap resensi menjadi ruang perjumpaan antara karya, pembaca, dan pengalaman yang melahirkan pemaknaan yang beragam.
Diterbitkan bersama Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Karanganyar, antologi ini menjadi bagian dari ikhtiar menumbuhkan budaya baca dan tulis di lingkungan masyarakat, khususnya generasi muda. Kehadirannya sekaligus menegaskan pentingnya perpustakaan dan kegiatan literasi sebagai ruang tumbuh bagi lahirnya pemikiran kritis, apresiasi terhadap karya, serta tradisi intelektual yang berkelanjutan.
Lebih dari sekadar kumpulan resensi, buku ini merupakan dokumentasi perjalanan belajar dan keberanian untuk bersuara melalui tulisan. Sebuah ajakan untuk menjadikan buku bukan hanya sumber pengetahuan, melainkan juga pintu menuju refleksi, dialog, dan pemahaman yang lebih luas.
Membaca, merefleksi, menemukan makna—sebab setiap buku menyimpan kemungkinan, dan setiap pembaca memiliki cara tersendiri untuk menemukannya.