Judul Buku: HARTA PALING BERHARGA
Penulis: USTADZ H. EDI PRIYONO
Cetakan : I, 2026
Tebal: 234 hlm, 148 x 205 mm
Sinopsis
Harta Paling Berharga mengajak pembaca untuk kembali melihat kehidupan dari sudut pandang yang lebih dalam: bahwa apa yang selama ini dikejar manusia—harta, jabatan, pekerjaan, kemewahan, prestasi, bahkan berbagai kesenangan dunia—pada akhirnya hanyalah titipan yang tidak akan dibawa ketika kematian datang.
Melalui rangkaian renungan, kisah, nasihat, dan pengingat yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, Ustadz H. Edi Priyono mengajak pembaca memahami bahwa keluarga adalah salah satu harta paling berharga. Kebahagiaan tidak selalu lahir dari memiliki segala sesuatu, tetapi dari kemampuan mensyukuri orang-orang yang hadir dalam kehidupan, menjaga rumah tangga dengan cinta dan kasih sayang, menghormati orang tua, serta mendidik anak agar tidak hanya berhasil di dunia, tetapi juga memiliki iman, akhlak, dan bekal akhirat.
Namun, buku ini tidak berhenti pada persoalan keluarga. Pembaca juga diajak merenungkan bahwa dunia hanyalah tempat belajar dan ladang untuk kehidupan akhirat. Waktu, kesehatan, kesempatan, harta, dan kehidupan adalah nikmat yang harus dimanfaatkan sebelum semuanya berakhir. Karena itu, bekerja, mencari rezeki, membangun keluarga, dan menjalani kehidupan dunia tetap penting, tetapi semuanya perlu diarahkan agar tidak membuat manusia lupa kepada Allah dan kehidupan setelah kematian.
Kematian menjadi benang merah yang kuat dalam banyak renungan buku ini. Pembaca terus diingatkan bahwa tidak seorang pun mengetahui kapan ajal datang. Yang akan dibawa menghadap Allah bukanlah jabatan, kendaraan, rumah, kekayaan, maupun prestasi, melainkan iman, ibadah, amal saleh, dan kebaikan yang ditinggalkan selama hidup.
Dengan bahasa yang lugas dan penuh nasihat, buku ini juga berbicara tentang pentingnya memperbaiki salat, menjaga hati dari iri, dengki, sombong dan takabur, menghargai orang tua, membangun rumah tangga yang sakinah, menghadapi ujian dengan sabar, mensyukuri keadaan, serta menjadikan setiap peristiwa sebagai pelajaran untuk menjadi manusia yang lebih baik.
Pada akhirnya, Harta Paling Berharga mengajak pembaca untuk berhenti sejenak dari kesibukan mengejar dunia dan bertanya kepada diri sendiri: Apa yang sebenarnya sedang kita kumpulkan dalam hidup ini? Sebab ketika semua yang kita miliki akhirnya harus ditinggalkan, yang paling berarti bukanlah seberapa banyak harta yang pernah dimiliki, melainkan seberapa banyak kebaikan yang telah dilakukan dan seberapa siap kita menghadap Allah SWT.