Novel "Menapaki Negeri Kincir Angin"

 





Judul Buku: Menapaki Negeri Kincir Angin

Penulis Siti Fitriah

Cetakan : I, 2026

Tebal: 220 hlm, 14 x 20.5 cm


Sinopsis

Sebuah Impian Kecil yang Menjelma Perjalanan Memaknai Peradaban

Sejak masa sekolah dasar, Siti Fitriah—seorang wanita desa yang tumbuh dalam keluarga sederhana—memendam mimpi besar yang tampak mustahil: melangkahkan kaki ke Benua Eropa. Mimpi yang berawal dari rasa iri dan kekaguman pada foto-foto perjalanan tetangganya itu terus ia rawat melalui ketekunan belajar bahasa Inggris secara otodidak. Keyakinannya sederhana: tidak ada dosa bagi seorang pemimpi, dan Allah Swt. tidak pernah kekurangan cara untuk mengabulkan doa hambanya.

Empat puluh tahun kemudian, di usianya yang ke-50, keajaiban itu datang sebagai hadiah terindah. Didampingi sang kakak, ia melangkah mendarat di Belanda dalam dekapan udara dingin bersuhu satu derajat Celsius. Meski disambut drama "penyitaan 30 butir telur asin" oleh petugas imigrasi Bandara Schiphol, perjalanan ini menjadi awal dari penjelajahan emosional dan intelektual yang mendalam.

Bagi Siti, yang juga seorang guru mata pelajaran IPS, perjalanan ini bukan sekadar liburan untuk mengumpulkan foto atau suvenir. Setiap kota dan sudut pedesaan yang ia tapaki adalah ruang kelas tanpa batas:

  • Volendam: Menikmati pesona desa nelayan klasik, mencoba pakaian tradisional klederdracht, hingga mendengarkan dentang clogs (sepatu kayu) yang sarat sejarah keteraturan dan kerja keras.

  • Zaanse Schans: Menatap kincir-kincir angin tua yang kokoh berputar di tepi Sungai Zaan—saksi bisu kecerdasan sebuah bangsa dalam mengalirkan energi dan mengubah tantangan alam menjadi sejarah keemasan industri.

  • Perpustakaan Universitas Leiden: Menelusuri jejak peradaban dan ingatan sejarah Nusantara yang tersimpan rapi dalam manuskrip-manuskrip kuno, menegaskan pentingnya menjaga warisan ilmu pengetahuan.

  • Madurodam: Menyaksikan "Belanda Mini" yang sarat akan teknologi sipil, sistem tata kota, dan bukti kegigihan bangsa Belanda dalam menaklukkan serta hidup berdampingan dengan air.

  • Catatan Perjalanan & Refleksi Diri: Menyusuri terowongan bawah air, keindahan kota modern Rotterdam, dinamika kota Amsterdam, hingga permenungan tentang filosofi pendidikan dan pemupukan rasa percaya diri.

Ditulis dengan gaya bahasa yang hangat, jujur, dan inspiratif, "Menapaki Negeri Kincir Angin" mengajak pembaca memandang perjalanan dari sudut yang lebih luas. Buku ini membuktikan bahwa tidak ada kata terlambat untuk meraih mimpi, serta bagaimana mempelajari bangsa lain dapat membuat kita kembali pulang dengan cara pandang yang lebih bijaksana dalam mencintai bangsa sendiri.

Surya Pustaka Ilmu

Surya Pustaka Ilmu adalah sebuah penerbit Buku yang melayani dengan profesional. Melayani jasa penerbitan buku, layout, editing, jasa ISBN, dan konsultasi penerbitan buku, serta workshop kepenulisan.

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama