Buku "MASYARAKAT ALGORITMIK: Data, Platform, dan Kehidupan Sosial di Indonesia Kontemporer"

 



Judul Buku: MASYARAKAT ALGORITMIK: Data, Platform, dan Kehidupan Sosial di Indonesia Kontemporer

Penulis Rama Kertamukti

Cetakan : I, 2026

Tebal: viii + 363 hlm, 15 x 23 cm

Harga:  


SINOPSIS

Kita hidup dalam masyarakat yang semakin sulit dipisahkan dari algoritma. Ketika seseorang mencari informasi, menerima rekomendasi, menggunakan media sosial, memesan transportasi, mengajukan pinjaman, melamar pekerjaan, berbelanja, hingga mengakses layanan publik, terdapat sistem digital yang bekerja di balik layar untuk mengklasifikasi, memeringkat, memprediksi, menyaring, dan menentukan apa yang ditampilkan serta peluang apa yang diberikan. Namun, di tengah derasnya perayaan terhadap “transformasi digital”, proses-proses tersebut sering kali luput dari perhatian.

Buku Masyarakat Algoritmik berangkat dari kegelisahan sederhana: apa yang sebenarnya terjadi ketika semakin banyak keputusan sosial diserahkan kepada data, platform, dan sistem algoritmik? Apakah teknologi hanya membuat kehidupan menjadi lebih cepat dan efisien, atau sekaligus menghadirkan bentuk-bentuk baru kekuasaan, ketimpangan, pengawasan, dan kontrol?

Buku ini tidak memandang algoritma sebagai teknologi yang berdiri sendiri. Algoritma ditempatkan dalam hubungan yang lebih luas dengan data, platform digital, kapitalisme, negara, media, tenaga kerja, budaya, hukum, dan kehidupan sehari-hari. Karena itu, masyarakat algoritmik bukan sekadar masyarakat yang menggunakan teknologi digital, melainkan masyarakat ketika logika komputasional semakin masuk ke dalam cara manusia dikategorikan, dinilai, diprediksi, dilihat, dan diperlakukan.

Pembahasan dimulai dengan membangun landasan konseptual dan genealogi pemikiran kritis mengenai digitalisasi dan algoritmisasi. Dari sana, pembaca diajak memahami bagaimana data berubah menjadi sumber daya ekonomi dan politik; bagaimana platform membangun ekosistem yang menghubungkan pengguna, pekerja, pengiklan, dan negara; bagaimana kapitalisme pengawasan bekerja melalui pengumpulan serta pemrosesan data; dan bagaimana politik visibilitas menentukan siapa yang mendapatkan perhatian, siapa yang disembunyikan, serta siapa yang memiliki kemampuan untuk memengaruhi ruang digital.

Persoalan tersebut kemudian diperluas pada kerja platform dan negara algoritmik. Sistem penilaian, pemeringkatan, otomatisasi, dan pengambilan keputusan berbasis data tidak hanya mengubah cara perusahaan bekerja, tetapi juga mengubah relasi antara pekerja dan pemberi kerja, warga dan negara, serta individu dan institusi. Di balik kemudahan yang ditawarkan teknologi, muncul pertanyaan mengenai transparansi, akuntabilitas, privasi, diskriminasi, hak digital, dan distribusi kekuasaan.

Indonesia menjadi bagian penting dari pembahasan. Algoritmisasi di Indonesia berlangsung dalam konteks yang khas: masyarakat yang sangat beragam secara wilayah dan bahasa, ketimpangan sosial-ekonomi, kuatnya sektor informal, penetrasi platform global, perubahan pola konsumsi media, digitalisasi layanan publik, serta berkembangnya agenda kecerdasan artifisial. Karena itu, pengalaman Indonesia tidak dapat begitu saja dijelaskan dengan konsep yang lahir dari konteks negara-negara maju. Dibutuhkan cara pandang yang mampu mempertemukan teknologi global dengan realitas sosial lokal.

Melalui gagasan ekologi masyarakat algoritmik, buku ini berusaha melihat berbagai unsur tersebut sebagai sebuah sistem yang saling berhubungan. Data tidak berdiri sendiri; ia berhubungan dengan platform. Platform berhubungan dengan model bisnis. Model bisnis berhubungan dengan tenaga kerja dan perilaku pengguna. Semuanya berkelindan dengan regulasi, kepentingan negara, budaya, serta struktur sosial yang lebih luas. Dengan perspektif ini, algoritma dapat dipahami bukan hanya sebagai kode atau perangkat teknis, melainkan sebagai bagian dari infrastruktur sosial tempat kekuasaan diproduksi dan dinegosiasikan.

Buku ini juga memberikan perhatian pada bagaimana masyarakat algoritmik dapat diteliti. Bab metodologi menawarkan perangkat untuk membaca dan meneliti sistem algoritmik yang dinamis, kompleks, parsial, dan sering kali bersifat tertutup. Pendekatan tersebut dilengkapi dengan perhatian terhadap persoalan etika penelitian, terutama ketika peneliti berhadapan dengan data digital, sistem otomatis, platform komersial, serta subjek penelitian yang rentan.

Untuk mendukung pembelajaran aktif, setiap bab dilengkapi dengan visual konseptual dan aktivitas singkat yang mengajak pembaca menghubungkan teori dengan pengalaman sehari-hari, kasus konkret, maupun rancangan penelitian. Dengan demikian, buku ini tidak hanya ditujukan untuk dibaca, tetapi juga untuk digunakan sebagai perangkat berpikir dan menganalisis perubahan sosial di era digital.

Pada akhirnya, Masyarakat Algoritmik mengajak pembaca mengajukan pertanyaan yang lebih mendasar daripada sekadar apakah teknologi bekerja dengan baik. Siapa yang merancang sistem tersebut? Data siapa yang digunakan? Nilai dan kepentingan siapa yang diterjemahkan ke dalam algoritma? Siapa yang memperoleh manfaat, dan siapa yang menanggung risikonya?

Sebab, persoalan algoritma pada akhirnya bukan hanya persoalan teknologi. Ia adalah persoalan tentang manusia, masyarakat, dan kekuasaan.

Buku ini ditujukan bagi mahasiswa, dosen, peneliti, pembuat kebijakan, pekerja media, praktisi teknologi, masyarakat sipil, serta pembaca umum yang ingin memahami secara lebih kritis bagaimana data, platform, dan algoritma sedang membentuk kehidupan sosial di Indonesia.

Surya Pustaka Ilmu

Surya Pustaka Ilmu adalah sebuah penerbit Buku yang melayani dengan profesional. Melayani jasa penerbitan buku, layout, editing, jasa ISBN, dan konsultasi penerbitan buku, serta workshop kepenulisan.

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama