Buku :Membangun Rumah Belajar: Dari Mimpi ke Nyata"

 



Judul Buku: Membangun Rumah Belajar: Dari Mimpi ke Nyata

Penulis Dewi Sri Lestari

Cetakan : I, 2026

Tebal: x + 106 hlm, 14 x 20.5 cm

Harga:  


Sinopsis Buku

Perpustakaan sebagai Rumah Belajar: Dari Mimpi Bersama Menjadi Gerakan Masyarakat

Perpustakaan sejatinya bukan sekadar tempat menyimpan dan meminjam buku. Ia dapat tumbuh menjadi ruang belajar yang hidup, tempat masyarakat bertemu, berbagi pengetahuan, mengembangkan keterampilan, dan membangun masa depan bersama. Gagasan inilah yang menjadi dasar lahirnya buku ini, yang berangkat dari pengalaman nyata dalam mengelola Perpustakaan Kelurahan Tawangmangu Edelweis dan membangun rumah belajar bersama masyarakat.

Buku ini mengisahkan perjalanan mengubah perpustakaan menjadi pusat kegiatan belajar yang inklusif dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. Dari sebuah gagasan sederhana, proses tersebut berkembang melalui kolaborasi antara pengelola perpustakaan, masyarakat, pendidik, tokoh masyarakat, komunitas, pemerintah, mitra, donatur, hingga kelompok PKK. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa perubahan tidak selalu membutuhkan sumber daya yang besar, tetapi membutuhkan visi, keberanian untuk memulai, kreativitas, serta semangat gotong royong.

Tidak berhenti pada kisah pengalaman, buku ini juga menghadirkan panduan praktis bagi pengelola perpustakaan desa/kelurahan, taman baca masyarakat, penggerak literasi, pendidik, mahasiswa ilmu perpustakaan, maupun siapa saja yang ingin membangun ekosistem belajar di lingkungannya. Pembaca diajak memahami bagaimana menggali potensi dan kebutuhan masyarakat, membangun fondasi kelembagaan, menyusun program yang relevan, mencari dukungan dan kemitraan, mengelola kegiatan, hingga melakukan evaluasi dan pengembangan secara berkelanjutan.

Melalui delapan bab utama, buku ini memperlihatkan bahwa membangun rumah belajar bukanlah proyek yang selesai dalam waktu singkat. Ia merupakan proses panjang yang tumbuh dari mimpi bersama, dirawat melalui kolaborasi, dan diwujudkan melalui tindakan nyata. Contoh kasus, pengalaman lapangan, tips, serta langkah-langkah praktis di dalamnya diharapkan dapat membantu pembaca menerapkan gagasan serupa sesuai dengan kondisi dan potensi daerah masing-masing.

Kisah Perpustakaan Kelurahan Tawangmangu Edelweis juga menjadi bukti bahwa perpustakaan daerah memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pemberdayaan masyarakat. Kepercayaan dari berbagai pihak, termasuk Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) Jakarta yang menjadikan Perpustakaan Edelweis sebagai salah satu proyek percontohan, menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut.

Pada akhirnya, buku ini adalah ajakan untuk mengubah cara pandang terhadap perpustakaan. Dari tempat menyimpan buku menjadi ruang bertumbuh; dari tempat membaca menjadi rumah belajar; dan dari kegiatan individual menjadi gerakan bersama. Buku ini mengajak setiap pembaca untuk berani bermimpi, mengajak masyarakat terlibat, membangun kemitraan, dan mulai melakukan perubahan dari lingkungan terdekat.

Karena ketika sebuah perpustakaan mampu menjadi rumah belajar yang hangat, ia tidak hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk tumbuh, berdaya, dan membangun masa depan bersama.

“Buku adalah jendela dunia, dan perpustakaan adalah rumah tempat kita belajar membuka jendela itu bersama.”

Surya Pustaka Ilmu

Surya Pustaka Ilmu adalah sebuah penerbit Buku yang melayani dengan profesional. Melayani jasa penerbitan buku, layout, editing, jasa ISBN, dan konsultasi penerbitan buku, serta workshop kepenulisan.

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama